Minggu, 12 Desember 2010

Firewall, Server Proxy, dan NAT

Banyak organisasi mengimplementasikan perangkat lunak firewall pada server atau router yang dikonfigurasi dengan aturan yang menentukan jenis lalu lintas diperbolehkan lewat antara jaringan mereka dan Internet.Firewall memungkinkan administratoruntuk memblokir lalu lintas sepenuhnya pada port tertentu, atau untuk menyaring jenis tertentu lalu lintas di port tertentu.
Aplikasi Mengamankan Menggunakan TCP / IP dan Port
TCP / IP menggunakan port untuk lalu lintas jaringan langsung diterima oleh sebuah komputer ke aplikasi yang sesuai. Aplikasi yang menggunakan TCP / IP untuk berkomunikasi adalah port standar yang ditetapkan agar komputer lain dapat mengakses layanan mudah dengan membentuk sesi pada port default. Sebagai contoh, Web server menggunakan port 80 secara default, sehingga web browser mencoba untuk menetapkan sesi menggunakan port 80 kecuali dinyatakan khusus. Aplikasi dapat dikonfigurasi untuk menggunakan port lain selain default, bagaimanapun, yang dapat berupa keamanan kekuatan atau kelemahan tergantung pada keadaan. Firewall dan proxy server dapat menentukan port mana yang diperbolehkan untuk menukar lalu lintas antara jaringan dan Internet. Dengan menjaga jumlah dari pelabuhan diizinkan untuk minimum, Anda dapat mengamankan banyak aplikasi Anda dari serangan eksternal.
Firewall tidak akan melindungi jaringan Anda dari setiap jenis serangan karena
tidak memblokir lalu lintas semua, tapi akan membatasi risiko anda secara signifikan.Misalnya, jika organisasi Anda menggunakan virtual private networks (VPN) untuk pengguna ponsel untuk mengakses jaringan, firewall harus dikonfigurasi untuk memungkinkan koneksi VPN. Jika user yang tidak sah  mendapatkan username dan password yang valid dan melakukan koneksi VPN,, firewall tidak melakukan apa-apa untuk menghambat penyusup sejak penyusup adalah node virtual pada jaringan.
Server proxy adalah digunakan untuk memproses semua lalu lintas internet, dan dapat log informasi tentang situs internet pengguna Anda mengakses. Proxy server juga dapat mengisi peran firewall dengan membatasi jenis lalu lintas yang diperbolehkan untuk lewat antara jaringan. Proxy server juga dapat digunakan untuk reverse host atau reverse WWW proxy dan situs FTP dari server internal ke Internet. Reverse hosting dan reverse proxy menyediakan suatu ukuran terbatas keamanan karena pengguna tidak dapat mengakses server internal Anda langsung.
Network address translation (NAT) adalah layanan yang disediakan oleh server atau router yang memungkinkan jaringan IP menggunakan alamat pribadi berkisar untuk berkomunikasi di Internet. NAT memiliki antarmuka jaringan dua, satu terhubung ke Internet dengan alamat IP terdaftar dan satu di lokal
jaringan. Sistem pada jaringan anda dikonfigurasi untuk menggunakan perangkat  NAT sebagai gateway, dan menangani lalu lintas jaringan dengan menerjemahkan sumber alamat ke antarmuka yang tersambung internet. Ketika remote host balasan, pemain depan perangkat NAT lalu lintas ke komputer di jaringan anda yang didirikan dari sesi. Karena komputer di Internet tidak dapat
akses komputer anda secara langsung, mereka tidak dapat memulai sesi dengan mereka, dan dengan demikian tidak dapat menyerang dengan mudah.

Proteksi Network with Firewall

Bagi yang belum mengetahui, cuman kasih informasi biar dari kAgak tau jadi Tau Dech yang udah tau mengingatKan….hehehehe…
Keaman jaringan komputer itu tergntung pada bebrapa hal: SO yg dipakai, progrmerny, dan bnyk lg Dch fktornya…
Jika jringan kita biar aga lbih amn…ya kta protek diKiTT dUnk… :)
Disini cuman simple ajah…bwaan dari windows Xp…firewall…
Menggunakan menu yang ada pada firewall sendiri….

1.“On” Pada Firewall
Apabila menu firewall di ON kan, maka komputer server lumayan aman, dimana client tidak bisa mengaksesnya/tidak bisa memberikan layanan

2.Tab “Advanced”.
Pada Tab ICMP,baNyak fitur yang bisa diatur, salah satunya adalah “alllow incoming echo request”. Ini apabila diberi tanda ceklis, maka user/client yang lain bisa mengakses kita atau melakukan “ping”. Kalau server yang sudah besar lebih baik ini dimatiin.Kalau antar client tidak masalah di ceklis. Dan fitur yang lainnya bisa dicoba, dan lihat apa reaksinya.


GaMBAR ICMP
 
3. “File and Printer Sharing”.

Ini digunakan untuk menu sharing(membagai data pada yang lain dan penggunaaan print secara bersama). Apabila ini diceklis, maka kita dapat melakukan sharing dan begitu sebaliknya.


Gambar
4. Security Logging
Pada Tab Advanced–>Security Logging. Ini digunkan untuk mencatat user/client yang melakukan oing terhada server kita. Apabila diberi tanda ceklis, berarti ini aktif, dan filenya dapat disimpan dimana yang kita inginkan.

Selain dari fitur di atas banyak hal lain yang bisa di coba…kembangkan sendiri…biar kreatif…dan lihat apa reaksinya terhadap client atau antar client…
Untuk melihat komputer kita aman atau masih ada kesempatan hacker yang tidak bertanggung jawab untuk melacak komputer kita, bisa menggunakn tool tertentu salah satunya adalah lalsetup250…seperti menutup port kemungkinan masih terbuka…

Linux Back trak

Backtrack dibuat oleh Mati Aharoni yang merupakan konsultan security dari Israel dan max mosser jadi merupakan kolaborasi komunitas, backtrack sendiri merupakan merger dari whax yang mana whax ini adalah salah satu distro linux yang digunakan untuk test keamanan yang asal dari whax sendiri dari knoppix. Ketika knoppix mencapi versi 3.0 maka dinamakan dengan whax. Dengan whax kita bisa melakukan test securtity dari berbagai jaringan dimana saja . Max mosser merupakan auditor security collection yang menghususkan dirinya untuk melakukan penetrasi keamanan di linux, gabungan dari auditor dan whax ini sendiri menghasilakan 300 tool yang digunakan untuk testing security jaringan. Auditor security collection juga terdapat pada knoppix.
Backtrack Salah satu distro linux yang merupakan turunan dari slackware yang mana merupakan merger dari whax dan auditor security collection. Backtrack dua dirilis pada tanggal 6 maret 2007 yang memasukkan lebih dari 300 tool security sedangkan versi beta 3 dari backtrack dirilis pada tanggal 14 desember 2007 yang pada rilis ketiga ini lebih difokuskan untuk support hardware. Sedangkan versi backtrack 3 dirilis pada tanggal 19 juni 2008 pada backtrack versi 3 ini memasukkan saint dan maltego sedangkan nessus tidak dimasukkan serta tetap memakai kernel versi 2.6.21.5


Fitur dari backtrack : Diantara beberapa tool yang terdapat dalam backtrack :
• Metasploit integration
• RFMON wireless drivers
• Kismet • AutoScan-Network – AutoScan-Network is a network discovering and managing application
• Nmap • Ettercap • Wireshark (formerly known as Ethereal)
• Enumeration • Exploit Archives • Scanners • Password Attacks • Fuzzers • Spoofing • Sniffers • Tunneling • Wireless Tools • Bluetooth • Cisco Tools • Database Tools • Forensic Tools • BackTrack Services • Reversing • Misc Tapi disamping tool jaringan backtrack memasukkan mozilla, pidgin, k3b, xmms dll

Enkripsi dan Deskripsi Data Dengan Algoritma Blowfish

1. Enkripsi Algoritma Blowfish

Blowfish menggunakan subkunci berukuran besar. Kunci-kunsi tersebut harus dikomputasikan pada saat awal, sebelum pengkomputasian enkripsi dan dekripsi data.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Terdapat kotak permutasi (P-box) yang terdiri dari 18 buah 32 bit subkunci: P1, P2, P3, ... P18. P-box ini telah ditetapkan sejak awal, 4 buah P-box awal adalah sebagai berikut:
P1 = 0x243f6a88
P2 = 0x85a308d3
P3 = 0x13198a2e
P4 = 0x03707344
2. Xorkan P1 dengan 32 bit awal kunci, xorkan P2 dengan 32 bit berikutnya dari kunci,
dan teruskan hingga seluruh panjang kunci telah terxorkan (kemungkinan sampai P14, 14x32 = 448, panjang maksimal kunci).
3. Terdapat 64 bit dengan isi kosong, bit-bit tersebut dimasukkan ke langkah 2.
4. Gantikan P1 dan P2 dengan keluaran dari langkah 3.
5. Enkripsikan keluaran langkah 3 dengan langkah 2 kembali, namun kali ini dengan
subkunci yang berbeda (sebab langkah 2 menghasilkan subkunci baru).
6. Gantikan P3 dan P4 dengan keluaran dari langkah 5
7. Lakukan seterusnya hingga seluruh P-box teracak sempurna
8. Total keseluruhan, terdapat 521 iterasi untuk menghasilkan subkunci-subkunci yang dibutuhkan. Aplikasi hendaknya menyimpannya daripada menghasilkan ulang subkunci-subkunci tersebut.

Kunci- kunci yang digunakan antara lain terdiri dari, 18 buah 32-bit subkey yang tergabung dalam P-array (P1, P2, ..., P18). Selain itu, ada pula empat 32-bit S-box yang masing-masingnya memiliki 256 entri :
S1,0,S1,1,..., S1,255; S2,0, S2,1,..,, S2,255; S3,0, S3,1,..., S3,255; S4,0, S4,1,..,, S4,255.
Pada jaringan feistel, Blowfish memiliki 16 iterasi, masukannya adalah 64-bit elemen data, X. Untuk melakukan proses enkripsi:


1. Bagi X menjadi dua bagian yang masing-masing terdiri dari 32-bit: XL, XR.
2. For i = 1 to 16:
XL = XL XOR Pi
XR = F(XL) XOR XR
Tukar XL dan XR
3. Setelah iterasi ke-enam belas, tukar XL dan XR lagi untuk melakukan undo pertukaran
terakhir.
4. Lalu lakukan
XR = XR XOR P17
XL = XL XOR P1
1. Terakhir, gabungkan kembali XL dan XR untuk mendapatkan cipherteks.




Pada langkah kedua, telah dituliskan mengenai penggunaan fungsi F. Fungsi F adalah: Bagi XL menjadi empat bagian 8-bit: a,b,c dan d. F(XL) = ((S1,a + S2,b mod 232) XOR S3,c) + S4,d mod 232.

Pada Algoritma Blowfish terdapat keunikan dalam hal proses dekripsinya, yaitu proses dekripsi dilakukan dengan urutan yang sama persis dengan proses enkripsi, hanya saja pada proses dekripsi P1, P2, …, P18 digunakan dalam urutan yang terbalik.

2. Dekripsi Algoritma Blowfish

Dekripsi sama persis dengan enkripsi, kecuali P1, P2, . . . , P18 digunakan pada urutan yang terbalik. kecuali bahwa P1, P2,…, P18. Dekripsi untuk Blowfish bersifat maju kedepan. Mengakibatkan dekripsi bekerja dalam arah algoritma yang sama seperti halnya dengan enkripsi, namun sebagai masukannya adalah chipertext. Walaupun begitu, seperti yang diharapkan, sub-kunci yang digunakan dalam urutan terbalik.
Subkunci dihitung menggunakan algoritma Blowfish, metodanya adalah sebagai berikut:
1. Pertama-tama inisialisasi P-array dan kemudian empat S-box secara berurutan dengan string yang tetap. String ini terdiri digit hexadesimal dari pi.
2. XOR P1 dengan 32 bit pertama kunci, XOR P2 dengan 32 bit kedua dari kunci dan seterusnya untuk setiap bit dari kunci (sampai P18). Ulangi terhadap bit kunci sampai seluruh P-array di XOR dengan bit kunci.
3. Enkrip semua string nol dengan algoritma Blowfiah dengan menggunakan subkunci seperti dijelaskan pada langkah (1) dan (2).
4. Ganti P1 dan P2 dengan keluaran dari langkah (3)
5. Enkrip keluaran dari langkah (3) dengan algoritma Blowfish dengan subkunci yang sudah dimodifikasi.
6. Ganti P3 dan P4 dengan keluaran dari langkah (5).
7. Lanjutkan proses tersebut, ganti seluruh elemen dari P-array, dan kemudian seluruh keempat S-box berurutan, dengan keluaran yang berubah secara kontinyu dari algoritma Blowfish
Total diperlukan 521 iterasi untuk menghasilkan semua subkunci yang dibutuhkan. Aplikasi kemudian dapat menyimpan subkunci ini dan tidak dibutuhkan langkah-langkah proses penurunan ini berulang kali, kecuali kunci yang digunakan berubah.

Metode Algoritma Blowfish dilakukan dengan cara membalikkan 18 subskey yang ada.Yang akan kita lakuakan pertama kali adalah masalah ini nampak tidak dapat dipercaya, karena terdapat dua XOR operasi yang mengikuti pemakaian f-fungsi yang sebelumnya, dan hanya satu yang sebelumnya pemakaian pertama f-fungsi. Walupun jika kita memodifikasi algoritma tersebut sehingga pemakaian subkey 2 sampai 17 menempatkan sebelum output f-fungsi yang di-XOR-kan ke sebelah kanan blok dan dilakukan ke data yang sama sebelum XOR itu, meskipun itu berarti ia sekarang berada di sebelaha kanan blok, karena XOR subkey tersebut telah dipindahkan sebelum swap (tukar) kedua belah blok tersebut (tukar separuh blok kiri dan separuh blok kanan). Kita tidak merubah suatu apapun karena informasi yang sama di-XOR-kan ke separuh blok kiri antara setiap waktu, informasi ini digunakan sebagai input f-fungsi. Kenyataannya, kita mempunyai kebalikan yang pasti dari barisan dekripsi.

Teknik Enkripsi

r i p t o g r a f i
Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan yang dikirim sampai ke
tujuan. Dalam perkembangannya kriptografi digunakan juga untuk mengindentifikasi
pengiriman pesan dengan tanda tangan digital dan keaslian pesan dengan sidik jari digital
(fingerprint).
Enskripsi merupakan hal yang sangat penting dalam kriptografi agar keamanan data yang
dikirimkan bisa terjaga kerahasiaannya.


Model enskripsi yang digunakan secara luas adalah model yang di dasarkan pada Data
Enskription Standart (DES). DES data enskripsi dalam 64 bit block menggunakan 56 bit kunci.
Perubahan kunci memungkinkan perubahan 64 data input dengan suatu urutan dari metode
menjadi 64 bit output. Proses yang sama dengan kunci digunakan kembali untuk mengubah
enskripsi.
Dalam ilmu kriptografi kita mengenal 2 bentuk kriptografi, antara lain :
1. Simetris, kunci yang digunakan untuk enskripsi dan deskripsi adalah sama.
2. Asimetris, kunci yang digunakan untuk enskripsi dan deskripsi adalah berbeda, dimana
untuk enskripsi kita menggunakan kunci public key dan dan untuk mendeskripsikan
kita menggunakan kunci private key dari tujuan.
Kriptografi dengan Teknik Subsitusi Cipher
Subsitusi merupakan menggantian setiapp karakter dari plaintext dengan karakter lainnya. Ada
4 istilah dari subsitusi cipher, antara lain :
• Monoalphabet
• Polyalphabet
• Monograph
• Polygraph.
Subsitusi cipher pertaman digunakan pertama adalah persandian pada waktu pemerintahan
Yulius Caesar dikenal dengan Caesar Cipher dengan mengganti posisi huruf awal dari
alphabet.


Contoh : huruf digeser 3 digit

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C
Plaintext : “Saya main computer”
Ciphertext : “VDBD PDLQ FRPSXWHU”
Algoritma dar Caesar cipher adalah jika (a=1.b=2, dan seterusnya).
Plaintex diberi simbol “P” dan cipher text adalah “C” dan kunci adalah “K”.
Rumus untuk enskripsi :
C = E(P) = (P+K) mod (26)
Rumus untuk deskripsi :
P = D(C) = (C–K) mod (26)
Dari contoh di atas, maka enskripsi dapat dilakukan dengan rumus :
C= E(P) =(P+3) mod (26)
Sedangkan untuk deskripsinya adalah :
P = D(C) = (C–3) mod (26)
Caesar Cipher menggunakan satu kunci/Subsitusi deret campur kata kunci :
Contoh : menggunakan kata kunci RINI ANGRAINI _ RINAG
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
R I N A G B C D E F H J K L M O P Q S T U V W X Y Z
Note : huruf yang telah muncul pada Key tidak ditulis kembali.
Plaintext : “Belajar keamanan computer”
Ciphertext : “IGJRFRQ HGRKRLRL NMKOUTGQ”

Caesar Cipher menggunakan dua kunci :
Contoh : menggunakan kata kunci pertama : RINI ANGRAINI = RINAG
Kunci kedua : RAHMAT HIDAYAT = RAHMTIDY
K1 .
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
R I N A G B C D E F H J K L M O P Q S T U V W X Y Z
Chipertext
K2 K1 ke K2
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
R A H M T I D Y B C E F G J K L N O P Q S U V W X Z
Plaintext : “Saya belajar keamanan computer”
Ciphertext : “POXO BDCOION YDOEOFOF JGEKSQDN”
Penggunaan dua kunci akan menyulitkan untuk dideteksi, walaupun satu kunci sudah
ditemukan. Cara untuk mengubah plaintext menjadi ciphertext adalah dengan menukarkan
huruf asli dengan huruf yang sudah memakai kunci (T1) dan mencari huruf yang sama pada
T2. Huruf yang akan menjadi ciphertext adalah huruf dari persamaan T2 seperti pada contoh di
atas.

Caesar Cipher menggunakan tiga kunci :
Contoh : menggunakan kata kunci pertama : RINI ANGRAINI = RINAG
Kunci kedua : RAHMAT HIDAYAT = RAHMTIDY
Kunci ketiga : DIANA PUTRI = DIANPUTR
K1 .
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
R I N A G B C D E F H J K L M O P Q S T U V W X Y Z
K2
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
R A H M T I D Y B C E F G J K L N O P Q S U V W X Z
K3 .
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
D I A N P U T R B C E F G H J K L M O Q S V W X Y Z
Untuk tiga kunci pada plaintext dapat digunakan pendistribusian kunci-kunci, dimana plaintext
terlebih dahulu dibagi menjadi block-block yang terdiri dari 6 huruf satu block.

Contoh :
Plaintext : “Saya belajar keamanan computer”
Block : Sayabe lajark eamana ncompu terxxx
K1 K2 K3 K1 K2
Maka Cphertext : “SRYRIG FRCROE PDGDHD LNMKOU QTOWWW”

Shift Cipher

Teknik subsitusi shift cipher dengan modulus 26 dengan memberikan angka ke setiap alphabet
seperti a=0, b=2, c=3,….,z=25.
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
Contoh :
Plaintext : “Lagi senang program”
Angka yang didapat P : “11 0 6 8 18 4 13 0 13 6 15 17 14 6 17 0 12”
Kalau key : 11
Maka angka C yang didapat adalah :
22 11 17 19 3 15 24 11 24 17 0 2 25 17 2 11 23
Kemudian angka hasil dikonver ke bentuk huruf, sehingga akan didapatkan ciphertext sebagai
berikut :
WLRT DPYLYR ACZRCLX










Vigenere cipher
Pada Vigenere cipher memungkinkan setiap ciphertext memiliki banyak kemungkinan
plaintext-nya, yang dapat dilakukan dengan 2 cara :
• Angka
• huruf
angka :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
Kita memiliki kunci dengan 6 huruf cipher. Jika ditukar dengan angka, maka akan menjadi
K=(2, 8, 15, 7, 4, 17). Dengan demikian bila plaintext adalah “Sudah larut malamxxx”
S U D A H L A R U T M A L A M
18 20 3 0 7 11 0 17 20 19 12 0 11 0 12
2 8 15 7 4 17 2 8 15 7 4 17 2 8 15
20 2 18 7 11 2 2 25 9 0 16 17 13 8 1
ciphertextnya adalah :
UCSHL CCZIAQRNIB
Untuk melakukan deskripsi kita juga dapat melakukan dengan kunci yang sama dengan
modulus 26.

Teknik Transposisi Chiper

Teknik ini menggunakan permutasi karakter. Penggunaan teknik ini memungkinkan pesan
yang asli tidak dapat dibaca kecuali memiliki kunci untuk mengembalikan pesan tersebut ke
bentuk semula (deskripsi).
Ada 6 kunci yang digunakan untuk melakukan permutasi chipper :
Untuk Enskripsi :
B e l a j a
1 2 3 4 5 6
3 5 1 6 4 2
L j b a a e
Untuk Deskripsi :
L j b a a e
1 2 3 4 5 6
3 6 1 5 2 4
B e l a j a
Langkah yang harus dilakukan :
1. Bentuk blok-blok text dari plaint text yang akan di enskripsikan, dimana setiap blok
text terdiri dari 6 karakter/huruf.
2. Setiap blok text yang dibentuk diberi nomor urutan dari 1-6.
3. Setiap blok text yang telah dibentuk dipermutasikan atau ditukar letaknya sesuai
dengan rumus di atas.
Plant text : Kriptografi dengan teknik transposisi chipper
Enskripsi :
Bentuk blok text :
1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 12 3 4 5 6
K R I P T O G R A F I D E N G A N T EKN I KT RANSPO SISICH IPPERX
1 2 3 4 5 6
3 5 1 6 4 2
Hasil Permutasi (chipper Text):
I T K O P R A I G D F R G N E T A N
Deskripsi :
1 2 3 4 5 6
3 6 1 5 2 4
Chiper Text :
1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6
I T K O P R A I G D F R G N E T A N
Plaint Text :
K R I P T O G RAFI DENGAN T
Kriptografi dengan teknik transposisi chipper

ISTILAH –ISTILAH STANDAR JARINGAN KOMPUTER

.Trunking
Trunking adalah : Penggandaan port yang ada pada SWITCH layer 2 keatas yang bisa di managable.
Tujuannya adlaah : Untuk meningkatkan kinerja dari suatu jaringan atau meningkatkan bandwidth

2.MAC Address
MAC Address (Media Access Contro Address) yaitu : Alamat fisik yang dimiliki oleh perangkat komputer .
Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.

MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.

Berikut ini adalah contoh output dari perintah ipconfig dalam Windows XP Professional:

C:\>ipconfig /all

Windows IP Configuration
Host Name . . . . . . . . . . . . : karma
Primary Dns Suffix . . . . . . . :
Node Type . . . . . . . . . . . . : Unknown
IP Routing Enabled. . . . . . . . : No
WINS Proxy Enabled. . . . . . . . : No

Ethernet adapter loopback:

Connection-specific DNS Suffix . :
Description . . . . . . . . . . . : Microsoft Loopback Adapter
Physical Address. . . . . . . . . : 02-00-4C-4F-4F-50
DHCP Enabled. . . . . . . . . . . : No
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.0.1
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.0.7

3.STP (Spenning Tree Protocol) .
Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, Merupakan bagian dari standard IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai protocol untuk pengaturan koneksi dengan menggunakan algoritma spanning tree.
Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host. (id.wikipedia.org)

Kamis, 30 September 2010

Metode Enskripsi dan Deskripsi Data

Enskripsi : Penyandiaan data sehingga tidak dapat dinikmati dengan mudah ( untuk mengamankan data )
Deskripsi : Pengenbalian data yang telah di enskripsikan
A B C D E F G H I J K L M
N O P Q R S T U V W X Y Z
Mencari dengan Root 13
Contoh :         P I N D A
C V AQN
Kriptografi : Ilmu yang mempelajari tentang pengkodean pesan yang bersifat rahasia
Plaintext : Data asli sebelum di lakukan pengkodean ( Masih bermakna )
Chiper Text : Data setelah di enskripsikan/disandikan
Enkripsi Password Dengan MD5
Sebenarnya masih banyak metode yang digunakan untuk mengenkripsi data. Seperti root13, MD4, dan lain-lain. Yang saya bahas kali ini adalah MD5.Data apa saja yang biasa dienkripsi sehubungan dengan ilmu web salah satunya ialah password. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keamanan akses disebuah halaman web merupakan suatu hal penting untuk diperhatikan. Data yang terdapat dalam suatu halaman web seringkali merupakan data penting yang tidak boleh diperlihatkan sembarangan kepada orang yang tidak berhak.
Apa itu MD5? Definisi menurut sumber dari wikipedia.org MD5 merupakan algoritma yang memiliki metode one-way. Untuk definisi yang mudah dimengerti, MD5 merupakan metode enkripsi data dari yang berbentuk plaintext menjadi berbentuk algoritma (chypertext) yang bertujuan agar tidak mudah dibaca mentah-mentah oleh siapapun termasuk database administrator. Sebagai catatan tutorial ini sengaja saya tidak sertakan database agar dapat fokus pada MD5 saja dan juga sesuai judulnya “Enkripsi Password Dengan MD5”. Pembaca tinggal menambahkan database jika akan diaplikasikan menjadi selayaknya halaman login.
Sebenarnya masih banyak metode yang digunakan untuk mengenkripsi data. Seperti root13, MD4, dan lain-lain. Data apa saja yang biasa dienkripsi sehubungan dengan ilmu web salah satunya ialah password. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa keamanan akses disebuah halaman web merupakan suatu hal penting untuk diperhatikan. Data yang terdapat dalam suatu halaman web seringkali merupakan data penting yang tidak boleh diperlihatkan sembarangan kepada orang yang tidak berhak.
Untuk definisi yang mudah dimengerti, MD5 merupakan metode enkripsi data dari yang berbentuk plaintext menjadi berbentuk algoritma (chypertext) yang bertujuan agar tidak mudah dibaca mentah-mentah oleh siapapun termasuk database administrator. Sebagai catatan tutorial ini sengaja saya tidak sertakan database agar dapat fokus pada MD5 saja dan juga sesuai judulnya “Enkripsi Password Dengan MD5”. Pembaca tinggal menambahkan database jika akan diaplikasikan menjadi halaman login.

OSI layer

Seperti yang kita ketahui dalam Model Open System Interconnection (OSI) terdapat jaringan 7 layer yang mana standarnya dikembangkan untuk industry computer agar computer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Model jaringan 7 OSI layer tersebut adalah :

Setiap layer diatas memiliki tugas dan tanggung-jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Yang mana disini dibagi menjadi dua group yaitunya Upper layer dan Lower Layer. Dalam perkembangannya layer ini dikelompokkan menjadi 4 layer yaitunya :

Keterangan :
a.  Data Link Physical Layer
Merupakan protocol yang menghubungkan media fisik komunikasi yang digunakan. Dengan demikian bila terjadi pertukaran dan penggantian media transmisi, maka hanya lapisan ini saja yang dirubah, sedangkan lapisan lainnya tidak perlu dimodifikasi. Lapisan ini adalah lapisan pertama yang berhubungan langsung dengan Network Interface Card dan Transmisi data ke tempat tujuan. Paket data yang dikirim melalui lapisan ini disebut juga Frame
b.  Protocol Internet
Lapisan ini mengorganisasikan pengiriman data ke host yang dituju melalui network address dan disebut sebagai Internet Protocol (IP). Protocol ini mensyaratkan bahwa setiap Host (simpul) mempunyai address tunggal (unique). Address ini adalah identitas Host yang disebut sebagai IP-Address.
Internet Protocol mengirim paket data secara unreliable atau disebut sebagai connectionless. Unreliable artinya internet protocol tidak memberikan jaminan atas keberhasilan pengiriman paket tersebut, protocol ini menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada lapisan diatasnya.
Setiap pengiriman IP-Data paket tidak diperlukan ACKnowledge, atau jawaban dari si penerima, apakah paket telah diterima dengan baik atau tidak. Disebut  connectionless karena protocol ini tidak memerlukan insialisasi hubungan, artinya IP mengirimkan paket tanpa terlebih dahulu memberi tahu parnert yang dituju (analogi dengan POS). Setiap Pengiriman paket, IP menambahkan informasi pad apaket tersebut beruap IP header yang bersi antara lain :
  • v  Info tentang versi, panjang data, id, time to live dan lain-lain
  • v  IP-Address dari si Pengirim (32 bit)
  • v  IP-Address dari si Penerima (32 bit)
  • v  Options
  • v  Data yang dikirim
c. Protocol UDP
UDP memberikan suatu metoda kepada aplikasi untuk data (message) ke aplikasi di Host lain pada jaringan tanpa harus lebih dahulu memb angun hubungan komunikasi dengan host tersebut (connctionless).
UDP tidak menjamin keberhasilan pengiriman data (disebut sebagai diagram) tersebut dan tidak terjamin adanya duplikasi pengiriman.
d. Protocol TCP
Protocol TCP menjamin keutuhan data yang ditransfer (reliable). Paket data yang dikirim berorientasi pada hubungan komunikasi virtual yang sebelumnya harus terbentuk lebih dahulu. Teknik ini disebut sebagai connection oriented dan paket data yang dikirim dinamakan reable data stream atau segment. TCP mengirim header dengan informasi yang lebih lengkap dari pada UDP. Dari berbagai fasilitas yang disediakan oleh protokol TCP/IP, ada beberapa fungsi yang berguna untuk melakukan pencarian kesalahan (trouble shooting) dalam jaringan Internet.

Datasheet Switch layer 2 dan layer 3

Pada switch 4007 dan switch 4007 R
Memiliki beberapa spesifikasi diantaranya :
-  Kemampuannya dapat menaikkan 216 fast Ethernet ( Seperti yang kita ketahui fast Ethernet memiliki 100 Mbps ) dan 54 gigabit Ethernet ports.
-  Perfomance,  Mendukung 48 Gbps switching pabric untuk tidak memblok suatu jaringan
-  Ketersediaan jaringannya,  Dalam 3Com Switch 4007 dan Switch 4007R mempunyai beberapa ketersediaan jaringan diantaranya :
  • STP ( Spanning Tree Protocol ) digunakan untuk mendukung jalur ganda
  • OSPF ( Open Shortest Path First )
  • VRRP ( Virtual Router Redundancy Protocol )
Data sheet switch 4007 dan switch 4007R pada 3Com

Processor Nahalem

Prosesor Intel
Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini.

Nehalem

Semua prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan arsitektur Core sebelumnya:

Penggabungan komponen

Pada Nehalem, ada beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu di dalam prosesor. Hal yang paling penting adalah penggabungan pengendali memori (RAM) ke dalam prosesor. Sebelumnya, pengendali ini terletak di luar prosesor. Dengan dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor, kecepatan aliran data antara prosesor dan memori menjadi lebih tinggi. Pada prosesor Core i3 M, Core i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal tersebut tentu saja membuat kemampuan VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA onboard terdahulu.

Efisiensi daya, maksimalisasi performa

Pada Core2 Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan kecepatan 3 GHz. Saat prosesor beristirahat, keduanya akan turun kecepatannya secara bersamaan juga. Jadi, kalau ada software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apple itunes), kedua inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada Nehalem, kondisinya berbeda. Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2 core), kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan menggunakan kecepatan maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak terpakai akan tetap beristirahat untuk menghemat energi.

Hyper-threading (HT)

Tahukah Anda bahwa sebuah inti prosesor tidak selalu “dipekerjakan” secara maksimal? Sebagai analogi, anggap sebuah prosesor dengan dua inti (dual core) adalah sebuah ruang dengan dua orang di dalamnya. Pada saat satu orang diminta memasak, kedua tangannya akan bekerja. Akan tetapi, orang ini sebenarnya masih bisa menerima telepon sembari memasak, bukan?
Hal yang sama terjadi pada inti prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut? Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama Hyper-threading (HT).
Sebuah inti prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating System (contoh: Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating System dapat memberikan 2 pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini membuat prosesor berbasis Nehalem mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan pendahulunya.

Turbo boost

Kemampuan ini adalah fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan teknologi Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan bisa beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
Pada umumnya, tiap prosesor memiliki batas maksimum konsumsi daya. Mari kita ambil contoh Core i5 (2 inti prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi dayanya adalah sekitar 35 Watt. Jika VGA dan pengendali memori di dalam Core i5 memakan 10 W dan hanya 1 inti prosesor yang terpakai, konsumsinya hanya 22.5W, bukan? Lalu, bagaimana caranya prosesor dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, sementara software tidak menggunakan inti ke-2 yang tersedia?
Sisa jatah konsumsi daya yang 12.5W dapat digunakan Core i5 untuk melakukan Turbo boost. Yang terjadi adalah (pada Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1 intinya bisa dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa jatah konsumsi daya dan memperhatikan temperature prosesor. Jadi, prosesor 35W ini tidak akan melampaui konsumsi dayanya, dan tidak akan kepanasan. Sementara itu, software dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Arrandale

Nama apa lagi ini? Nama ini kami angkat untuk membedakan Core i7 QM dengan Core i7 M, Core i5 M dan Core i3 M. Saat ini, Core i7 QM masih menggunakan teknologi Nehalem 45 nm. Meski bertenaga besar sekali, teknologi 45 nm pada Core i7 membuatnya bekerja sedikit lebih panas. Selain itu, Core i7 QM juga tidak memiliki VGA di dalam prosesor berinti 4-nya (Quad core).
Arrandale adalah kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang menggunakan teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor. Saat ini, Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core). Akan tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin dibandingkan Core i7.

Pilih yang Mana?

Sekilas, teknologi Nehalem yang dimiliki oleh Core i7, Corei5, dan Core i3, sudah dipaparkan. Nah, sekarang, Anda akan memilih yang mana?

Prosesor Intel

Core i7 QM

Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.

Core i7 M

Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Core i5 M

Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4 inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Jika Anda menginginkan performa tinggi dengan mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan yang baik. Harganya pun tidak mencekik.

Core i3 M

Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat. Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3 adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo.

Pengujian Singkat

Berikut adalah hasil perbandingan antara Core2 Duo T6600 dengan Core i3-330 dan Core i5-430
Prosesor Intel
Software yang merupakan simulasi penggunaan berbagai aplikasi (MS Office, Adobe, 3ds Max, MS Outlook, dsb) ini menunjukkan bahwa bahkan Core i3 330 dengan mudah mengalahkan Core2 Duo T6600.
Prosesor Intel
Software yang serupa dengan SYSmark ini lebih menitikberatkan pada aplikasi sederhana yang umum digunakan notebook. Hasil ujinya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.
Prosesor Intel
3DMark 2006 adalah software uji kemampuan grafis. Dari pengujian ini tampak bahwa Core i3 330M saja sudah unggul lebih dari 50% dibandingkan VGA onboard yang dipasangkan pada Core2 Duo T6600 (Intel GMA 4500MHD).

Perbedaan RISC n CISC

Sudah sering kita mendengar debat yang cukup menarik antara komputer personal IBM dan kompatibelnya yang berlabel Intel Inside dengan komputer Apple yang berlabel PowerPC. Perbedaan utama antara kedua komputer itu ada pada tipe prosesor yang digunakannya. Prosesor PowerPC dari Motorola yang menjadi otak utama komputer Apple Macintosh dipercaya sebagai prosesor RISC, sedangkan Pentium buatan Intel diyakini sebagai prosesor CISC. Kenyataannya komputer personal yang berbasis Intel Pentium saat ini adalah komputer personal yang paling banyak populasinya. Tetapi tidak bisa pungkiri juga bahwa komputer yang berbasis RISC seperti Macintosh, SUN adalah komputer yang handal dengan sistem pipelining, superscalar, operasi floating point dan sebagainya.
Apakah memang RISC lebih lebih baik dari CISC atau sebaliknya. Tetapi tahukah kita dimana sebenarnya letak perbedaan itu. Apakah prosesor dengan instruksi yang lebih sedikit akan lebih baik dari prosesor yang instruksinya kompleks dan lengkap. Apakah memang perbedaan prosesor itu hanya dari banyak atau tidaknya instruksi saja. Bukankah jumlah instruksi tidak berhubungan dengan ke-handal-an suatu prosesor. Pertanyaan-pertanyaan ini yang hendak dijawab melalui tulisan berikut. Namun supaya lebih dekat dengan elektronika praktis, ElectronicLab akan lebih fokus pada mikrokontroler low-cost yang berbasis RISC dan CISC. Sebagai contoh dari mikrokontroler CISC adalah 68HC11 buatan Motorola dan 80C51 dari Intel. Kita juga mengenal keluarga PIC12/16CXX dari Microchip dan COP8 buatan National Semiconductor sebagai mikrokontroler yang berbasis RISC.
CISC adalah singkatan dari Complex Intruction Set Computer dimana prosesor tersebut memiliki set instruksi yang kompleks dan lengkap. Sedangkan RISC adalah singkatan dari Reduced Instruction Set Computer yang artinya prosesor tersebut memiliki set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced), maka mari kita bahas sedikit tentang intruksi itu sendiri.
Sistem mikrokontroler selalu terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat lunak ini merupakan deretan perintah atau instruksi yang dijalankan oleh prosesor secara sekuensial. Instruksi itu sendiri sebenarnya adalah bit-bit logik 1 atau 0 (biner) yang ada di memori program. Angka-angka biner ini jika lebarnya 8 bit disebut byte dan jika 16 bit disebut word. Deretan logik biner inilah yang dibaca oleh prosesor sebagai perintah atau instruksi. Supaya lebih singkat, angka biner itu biasanya direpresentasikan dengan bilangan hexa (HEX). Tetapi bagi manusia, menulis program dengan angka biner atau hexa sungguh merepotkan. Sehingga dibuatlah bahasa assembler yang direpresentasikan dengan penyingkatan kata-kata yang cukup dimengerti oleh manusia.
Bahasa assembler ini biasanya diambil dari bahasa Inggris dan presentasinya itu disebut dengan Mnemonic. Masing-masing pabrik mikroprosesor melengkapi chip buatannya dengan set instruksi yang akan dipakai untuk membuat program.
Biner Hexa Mnemonic
10110110 B6 LDAA ...
10010111 97 STAA ...
01001010 4A DECA ...
10001010 8A ORAA ...
00100110 26 BNE ...
00000001 01 NOP...
01111110 7E JMP ...
Sebagian set instruksi 68HC11
Pada awalnya, instruksi yang tersedia amat sederhana dan sedikit. Kemudian desainer mikroprosesor berlomba-lomba untuk melengkapi set instruksi itu selengkap-lengkapnya. Jumlah instruksi itu berkembang seiring dengan perkembangan desain mikroprosesor yang semakin lengkap dengan mode pengalamatan yang bermacam-macam. Mikroprosesor lalu memiliki banyak instruksi manipulasi bit dan seterusnya dilengkapi dengan instruksi-instruksi aritmatik seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Seperti contohnya 68HC11 banyak sekali memiliki set instruksi untuk percabangan seperti BNE, BLO, BLS, BMI, BRCLR, BRSET dan sebagainya.
Perancang mikroprosesor juga memperkaya ragam instruksi tersebut dengan membuat satu instruksi tunggal untuk program yang biasanya dijalankan dengan beberapa intruksi. Misalnya pada 80C51 untuk contoh program berikut ini.
LABEL ...
...
DEC R0
MOV A,R0
JNZ LABEL
Program 'decrement' 80C51
Program ini adalah program pengulangan yang mengurangi isi register R0 sampai register R0 menjadi kosong (nol). Intel menambah set instruksinya dengan membuat satu instruksi khusus untuk keperluan seperti ini :
LABEL ....
DJNZ R0,LABEL
Instruksi 'decrement jump not zero' 80C51
Kedua contoh program ini hasilnya tidak berbeda. Namun demikian, instruksi kompleks seperti DJNZ mempermudah pembuat program. Set instruksi yang lengkap diharapkan akan semakin membuat pengguna mikroprosesor leluasa menulis program dalam bahasa assembler yang mendekati bahasa pemrograman level tinggi. Intel 80C51 yang dikembangkan dari basis prosesor 8048 dirilis pada tahun 1976 memiliki tidak kurang dari 111 instruksi. Tidak ketinggalan, 68HC11 dari Motorola yang populer di tahun 1984 dilengkapi dengan 145 instruksi. Karena banyak dan kompleksnya instruksi yang dimiliki 68HC11 dan 80C51, kedua contoh mikrokontroler ini disebut sebagai prosesor CISC.
Debat CISC versus RISC dimulai ketika pada tahun 1974 IBM mengembangkan prosesor 801 RISC. Argumen yang dipakai waktu itu adalah mengapa diperlukan instruksi yang kompleks. Sebab pada prinsipnya, instruksi yang kompleks bisa dikerjakan oleh instruksi-instruksi yang lebih sederhana dan kecil. Ketika itu penggunaan bahasa tingkat tinggi seperti Fortran dan kompiler lain (compiler/interpreter) mulai berkembang. Apalagi saat ini compiler seperti C/C++ sudah lazim digunakan. Sehingga sebenarnya tidaklah diperlukan instruksi yang kompleks di tingkat prosesor. Kompiler yang akan bekerja men-terjemahkan program dari bahasa tingkat tinggi menjadi bahasa mesin.
Untuk melihat bagaimana perbedaan instruksi RISC dan CISC, mari kita lihat bagaimana keduanya melakukan perkalian misalnya c = a x b. Mikrokontroler 68HC11 melakukannya dengan program sebagai berikut :
LDAA #$5
LDAB #$10
MUL
Program 5x10 dengan 68HC11
Cukup tiga baris saja dan setelah ini accumulator D pada 68HC11 akan berisi hasil perkalian dari accumulator A dan B, yakni 5 x 10 = 50. Program yang sama dengan PIC16CXX, adalah seperti berikut ini.
MOVLW 0x10
MOVWF Reg1
MOVLW 0x05
MOVWF Reg2
CLRW
LOOP ADDWF Reg1,0
CFSZ Reg2,1
GOTO LOOP
Program 5x10 dengan PIC16CXX
Prosesor PIC16CXX yang RISC ini, tidak memiliki instruksi perkalian yang khusus. Tetapi perkalian 5x10 itu sama saja dengan penjumlahan nilai 10 sebanyak 5 kali. Kelihatannya membuat program assembly dengan prosesor RISC menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan prosesor CISC. Tetapi perlu diingat, untuk membuat instruksi yang kompleks seperti instruksi MUL dan instruksi lain yang rumit pada prosesor CISC, diperlukan hardware yang kompleks juga. Dibutuhkan ribuan gerbang logik (logic gates) transistor untuk membuat prosesor yang demikian. Instruksi yang kompleks juga membutuhkan jumlah siklus mesin (machine cycle) yang lebih panjang untuk dapat menyelesaikan eksekusinya. Instruksi perkalian MUL pada 68HC11 memerlukan 10 siklus mesin dan instruksi pembagiannya memerlukan 41 siklus mesin.
Pendukung RISC berkesimpulan, bahwa prosesor yang tidak rumit akan semakin cepat dan handal. Hampir semua instruksi prosesor RISC adalah instruksi dasar (belum tentu sederhana), sehingga instruksi-instruksi ini umumnya hanya memerlukan 1 siklus mesin untuk menjalankannya. Kecuali instruksi percabangan yang membutuhkan 2 siklus mesin. RISC biasanya dibuat dengan arsitektur Harvard, karena arsitektur ini yang memungkinkan untuk membuat eksekusi instruksi selesai dikerjakan dalam satu atau dua siklus mesin.
Sebagai perbandingan jumlah instruksi pada prosesor RISC, COP8 hanya dilengkapi dengan 58 instruksi dan PIC12/16CXX hanya memiliki 33 instruksi saja. Untuk merealisasikan instruksi dasar yang jumlah tidak banyak ini, mikroprosesor RISC tidak memerlukan gerbang logik yang banyak. Karena itu dimensi dice IC dan konsumsi daya prosesor RISC umumnya lebih kecil dibanding prosesor CISC. Bukan karena kebetulan, keluarga mikrokontroler PICXX banyak yang dirilis ke pasar dengan ukuran mini. Misalnya PIC12C508 adalah mikrokontroler DIP 8 pin.
CISC dan RISC perbedaannya tidak signifikan jika hanya dilihat dari terminologi set instruksinya yang kompleks atau tidak (reduced). Lebih dari itu, RISC dan CISC berbeda dalam filosofi arsitekturnya. Filosofi arsitektur CISC adalah memindahkan kerumitan software ke dalam hardware. Teknologi pembuatan IC saat ini memungkinkan untuk menamam ribuan bahkan jutaan transistor di dalam satu dice. Bermacam-macam instruksi yang mendekati bahasa pemrogram tingkat tinggi dapat dibuat dengan tujuan untuk memudahkan programmer membuat programnya. Beberapa prosesor CISC umumnya memiliki microcode berupa firmware internal di dalam chip-nya yang berguna untuk menterjemahkan instruksi makro. Mekanisme ini bisa memperlambat eksekusi instruksi, namun efektif untuk membuat instruksi-instruksi yang kompleks. Untuk aplikasi-aplikasi tertentu yang membutuhkan singlechip komputer, prosesor CISC bisa menjadi pilihan.
Sebaliknya, filosofi arsitektur RISC adalah arsitektur prosesor yang tidak rumit dengan membatasi jumlah instruksi hanya pada instruksi dasar yang diperlukan saja. Kerumitan membuat program dalam bahasa mesin diatasi dengan membuat bahasa program tingkat tinggi dan compiler yang sesuai. Karena tidak rumit, teorinya mikroprosesor RISC adalah mikroprosesor yang low-cost dalam arti yang sebenarnya. Namun demikian, kelebihan ruang pada prosesor RISC dimanfaatkan untuk membuat sistem-sistem tambahan yang ada pada prosesor modern saat ini. Banyak prosesor RISC yang di dalam chip-nya dilengkapi dengan sistem superscalar, pipelining, caches memory, register-register dan sebagainya.

Kapasitas Memory

Besar Kapasitas Penyimpanan Mulai dari Bit sampai Geopbyte

Istilah-istilah seperti kilobyte, megabyte, gigabyte, terabyte, petabyte dan seterusnya biasanya digunakan dalam dunia komputasi untuk menggambarkan banyak/besar ruang disk untuk menyimpan data, dan system memory. Gigabytes adalah istilah yang paling umum digunakan untuk menggambarkan ukuran hard drive. Dalam waktu yang tidak begitu jauh, Terabyte akan menjadi istilah umum. Bagaimanakah penjelasan rincinya? Nah berikut ini definisinya.

Bit: Bit adalah unit terkecil dari data yang menggunakan komputer. Hal ini dapat digunakan untuk mewakili dua bagian informasi, seperti Ya atau Tidak.

Byte: 1 Byte adalah sama dengan 8 Bit. 1 Byte bisa mewakili 256 informasi, misalnya, angka atau kombinasi angka dan huruf. 1 Byte dapat sama dengan satu karakter. 10 Bytes bisa sama dengan kata. 100 Bytes akan sama rata-rata kalimat.

Kilobyte: 1 Kilobyte sekitar 1.000 Bytes, sebenarnya 1.024 Byte tergantung pada definisi yang digunakan. 1 Kilobyte akan sama dengan ini ayat yang Anda baca, sedangkan 100 Kilobyte akan sama seluruh halaman.

Megabyte: 1 megabyte sekitar 1.000 Kilobyte. Pada awal komputasi, 1 Megabyte dianggap kapasitas yang besar. Namun saat ini dengan hard drive 500 Gigabyte yang banyak tersedia di pasaran, 1 Megabyte tidak kelihatan seperti banyak lagi. Floppy disk lama 3-1/2 inch dapat memiliki kapasitas 1,44 Megabyte atau setara dengan 1 buku kecil. 100 Megabytes mungkin memegang beberapa jilid dari Ensiklopedia. 600 Megabytes adalah tentang jumlah data yang sesuai pada disk CD-ROM.

Gigabyte: 1 Gigabyte adalah sekitar 1.000 Megabyte. 1 Gigabyte adalah istilah yang sangat umum digunakan sekarang ini ketika mengacu pada ruang disk atau drive penyimpanan. 1 Gigabyte data hampir dua kali lipat jumlah data yang bisa disimpan CD-ROM. Tapi itu sekitar seribu kali kapasitas disket 3-1/2. 1 Gigabyte bisa menampung isi dari sekitar 10 meter dari buku-buku di rak. 100 Gigabytes bisa menyimpan buku seluruh perpustakaan jurnal akademik.

Terabyte: 1 Terabyte sekitar satu triliun byte, atau 1.000 Gigabytes. Untuk meletakkannya dalam perspektif tertentu, 1 Terabyte bisa menampung sekitar 3.600.300 gambar atau mungkin sekitar 300 jam video berkualitas baik. 1 Terabyte bisa menyimpan 1.000 salinan Encyclopedia Britannica.

Petabyte: 1 Petabyte sekitar 1.000 terabyte atau satu juta Gigabytes. 1 Petabyte bisa menyimpan sekitar 20 juta lemari arsip. Butuh sekitar 500 juta disket untuk menyimpan jumlah data yang sama.
Exabyte: 1 Exabyte adalah sekitar 1.000 petabyte. Cara lain untuk melihatnya adalah bahwa Petabyte adalah sekitar satu triliun byte atau satu miliar Gigabytes. 5 Exabytes akan sama dengan semua kata yang pernah diucapkan oleh manusia.

Zettabyte: 1 Zettabyte sekitar 1.000 Exabytes.

Yottabyte: 1 Yottabyte sekitar 1.000 Zettabytes. Butuh sekitar 11000000000000 tahun untuk mendownload file yottabyte dari Internet menggunakan broadband berkecepatan tinggi. Anda dapat membandingkannya dengan World Wide Web sebagai hampir seluruh Internet membutuhkan 1 Yottabyte.

Brontobyte: 1 Brontobyte adalah sekitar 1.000 Yottabytes. Satu-satunya yang ada mengatakan tentang Brontobyte adalah bahwa ia adalah angka 1 yang diikuti dengan 27 nol!

Geopbyte: 1 Geopbyte sekitar 1000 Brontobytes. Salah satu cara untuk melihat geopbyte adalah 15267 6504600 2283229 4012496 7031205 376 bytes!

Ringkasan:
Disk Storage
1 Bit = Binary Digit
8 Bits = 1 Byte
1000 Bytes = 1 Kilobyte
1000 Kilobytes = 1 Megabyte
1000 Megabytes = 1 Gigabyte
1000 Gigabytes = 1 Terabyte
1000 Terabytes = 1 Petabyte
1000 Petabytes = 1 Exabyte
1000 Exabytes = 1 Zettabyte
1000 Zettabytes = 1 Yottabyte
1000 Yottabytes = 1 Brontobyte
1000 Brontobytes = 1 Geopbyte

Processor atau Virtual Storage
1 Bit = Binary Digit
8 Bits = 1 Byte
1024 Bytes = 1 Kilobyte
1024 Kilobytes = 1 Megabyte
1024 Megabytes = 1 Gigabyte
1024 Gigabytes = 1 Terabyte
1024 Terabytes = 1 Petabyte
1024 Petabytes = 1 Exabyte
1024 Exabytes = 1 Zettabyte
1024 Zettabytes = 1 Yottabyte
1024 Yottabytes = 1 Brontobyte
1024 Brontobytes = 1 Geopbyte

Jaringan Komputer

Komponen Sebuah Jaringan Komputer
 

>Secara basik atau dasar dari pengertian jaringan komputer adalah: Kumpulan atau beberapa komputer yang salin terkoneksi atau saling berkomunikasi.

1.Komputer
 
Pengertian Komputer setiap orangmemiliki persepsi yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama. Yang penting terdiri dari:
-Input, seperti :Keyboard, mouse, etc.
-Proses, tentu saja yang memprosesnya adalah Processor (ALU dan CU).
-Output :Berupa hasil dari yang diproses, seperti :Hasil percetakan,tampilan di monitor, speaker, etc.
Hal yang disebutkan diatas tentu perangkat elektronik yang saling bekerja sama dengan mengharapkan output yang diinginkan.


2.NIC (Network Internet Conection)–> Kartu jaringan.

a.Ethernet

-Kecepatannya 10 mbps (mega bit )
-Ethernet fas 100 mega bit
-Ethernet 1000 mbps (giga bit Ethernet).
-10 giga bit Ethernet (10 giga bit).

b.Acmet

3.Perangkat Jaringan (Hub, Switch, Router,Bridge)

a.Hub

HUB bekerja dengan metode broadcast, sehingga semua port yang ada akan dikirim sinyalnya. Dengan metode broadcast, sering terjadi tabrakan (domain collision) yang akhirnya akan memperlambat akses jaringan . Selain lambat karena terjadinya domain collision, HUB juga akan membagi bandwidth keseluruhan dalam jumlah port. Radio atau Wirel


Gambar Hub

b.Switch

SWITCH bekerja dengan metode mengakses tabel MAC Address, jadi kalau sinyal berasal dari port satu ke port lainnya, tidak akan di broadcast ke port yang tidak dituju. Data yang akn dikirim ke komputer yang meminta layanan, sedangkan yang tidak meminta layanan tidak akan dituju.



Gambar Switch



c.Router

Router berfungsi untuk menghubungkan suatu jaringan dengan jaringan lain yang berbeda.Dan pada saat ini sitem operasi yang populer digunakan oleh Router adalah mikrotik. Salah satu keuntungannnya konfigurasinya mudah diatur.

d.Bridge

Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.

4.Media Transmisi

–>Media penghantar.

a.Kabel (Wire)

1.Coaxial

Jenis tipe kabel koaksial yang dipergunakan buat jaringan komputer, yaitu:
- thick coax (mempunyai diameter lumayan besar)
- thin coax (mempunyai diameter lebih kecil).





Gambar Coaxial
 
2.UTP Cable

Ada dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan lokal, ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router, yakni:
– Straight Through Cable.
– Cross Over Cable.
– Roll Over Cable.




Gambar Kabel UTP 
 
3.Fiber Optik

Fiber optik menunjukkan kualitas tinggi untuk berbagai macam aplikasi sebab
- Dapat mentransmisi bit rate yg tinggi.
- Tidak sensitif pada gangguan elektromagnetik .
- Memiliki Bit Error Rate (kesalahan) kecil.
- Reliabilitas lebih baik dari kabel koaksial.


Gambar Fiber Optic

b.Wireless

1.PAN (Personal, Area Network): contoh Bluetooth, IR.
2.LAN : contohnya WiFi, spesifiknya:
- 8021.11a frekuensi yang digunakan 5.8 MHz, 54 mbps.
- 8021.11b frkuensi yg dgnakan 2.4MHz, 11 mbps.
- 8021.11G frkuensi yg dgnakan 2.4MHz, 54 mbps.
- 8021.11n frkuensi yg dgnakan 2.4MHz, 200 mbps.
3.MAN :Wimax 802.16 >200mbps.

5.NOS–>Sistem Operasi Jaringan.

Sistem Operasi yang digunakan ada beraneka ragam seperti keluaran Windows:XP, XP 2008 Server. Selain dari keluaran Windows ada juga Open Source yaitu: Ubuntu, BackTrack,etc.